Categories
Tahun 2016 s/d 2020

TNI Juara Dunia Menembak di Australia 2018

TNI Juara Dunia Menembak di Australia
TNI AD kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah dunia dengan menjadi Juara Umum Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2018. Ini adalah lomba tembak bergengsi antar Angkatan Darat dari 18 negara di wilayah Asia Pasifik Amerika dan Eropa. Sudah 11 tahun TNI AD merajai perlombaan ini.

TNI meraih 36 Medali Emas, 18 Perak dan 13 Perunggu, berikutnya Australia dengan meraih 9 medali Emas, 4 Perak dan 10 Perunggu, ditempat ketiga Malaysia meraih 8 Medali Emas, 6 Perak dan 2 Perunggu.

Lomba Tembak ini diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army) dan berlangsung selama 18 hari mulai tanggal 23 April hingga 10 Mei 2018, di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia. Materi yang dilombakan meliputi Materi Senapan dan Pistol serta Sniper.

Pada lomba tembak AASAM tahun 2018 ini, TNI Angkatan Darat menerjunkan 12 atlet menembaknya terdiri dari Kostrad 5 orang, Kopassus 4 orang, Kodam XIV/Hasanuddin 2 orang dan Kodam Jaya 1 orang dengan 4 official.

Sebagai Komandan Kontingen Kolonel Inf Khabib Mahfud, SIP yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Brigif Raider 13/1 Kostrad

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

5 Prestasi Bangsa Indonesia di 2018

2018 Merupakan tahun keemasan bagi Indonesia. Sejumlah prestasi tingkat dunia berhasil diraih.

Dunia seakan terbelalak menyaksikan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Mulai dari Opening Ceremony yang menyajikan aksi spektakuler Presiden Joko Widodo, bersatunya dua Korea dalam naungan bendera unifikasi, hingga Closing Ceremony.

“Sebagai tuan rumah, Indonesia menyajikan pertunjukan kelas dunia — meski ada sejumlah kendala logistik dan komunikasi, sesuatu yang selalu ada di setiap perhelatan akbar semacam Olimpiade– Asian Games (2018) telah benar-benar muncul sebagai acara multisport terbesar kedua di dunia. Tidak hanya dalam hal jumlah peserta, tetapi juga dalam kualitas atlet dan kemampuan mengorganisasi acara.”

Kutipan di atas merupakan tulisan Nazvi Careem, jurnalis surat kabar ternama Hong Kong South China Morning Post (SCMP) dalam artikelnya yang berjudul “Asian Games: Sun Yang, Jordan Clarkson and other world-class athletes help Indonesia stage the best Games ever”, seperti dikutip pada Senin, 3 September 2018.

Careem juga memuji kapabilitas Inasgoc, dan terkhusus, puluhan ribu muda-mudi sukarelawan dari Indonesia yang selama dua pekan berperan sebagai “gerigi roda” kecil guna memuluskan gerak operasional sebuah “mesin besar” bernama Asian Games 2018.

“Para sukarelawan Indonesia … yang berjumlah lebih dari 30.000 orang, adalah yang terbaik yang pernah ada dan telah memainkan peranan besar dalam menyukseskan the (Asian) Games,” tulis Careem.

Tinjauan positif juga datang dari surat kabar ternama Amerika Serikat The New York Times, yang melansir kantor berita AS, The Associated Press (AP), dengan memasang tajuk berita berjudul “Asian Games Close: Indonesia Shows It’s the ‘Energy of Asia”, yang rilis pada 2 September.

“Syekh Ahmad al-Fahad al-Sabah dari Kuwait, Presiden Dewan Olimpiade Asia, mendapat tepuk tangan meriah ketika ia menyatakan kalimat kepada seisi stadion (Gelora Bung Karno) yang penuh berupa: ‘Terima kasih Jakarta, terima kasih Palembang. Kalian berhasil’,” AP menulis, seperti dilansir The New York Times.

Berikut prestasi Indonesia paling membanggakan di 2018:
Asian Games 2018 di Posisi Empat
Presiden Jokowi mengungkapkan, tak hanya masyarakat Indonesia saja yang terkejut dengan prestasi atlet Indonesia di Asian Games, seluruh dunia juga tak menyangka Indonesia dapat meraih 31 emas. Padahal pada Asian Games sebelumnya, kontingen Indonesia hanya mampu menyabet empat medali emas.

“Ini lompatan besar yang jadi fondasi untuk prestasi-prestasi selanjutnya,” ucap Presiden Jokowi.

Sepanjang sejarah Asian Games baru pertama kalinya Indonesia memboyong puluhan medali emas. Sebagai informasi, pada Asian Games 2006 di Doha, Indonesia hanya mengantongi dua medali emas dari cabor bulu tangkis dan boling. Kemudian pada 2010 di Guangzhou empat medali emas dari perahu naga tiga dan bulu tangkis satu. Sedangkan pada Asian Games 2014 di Incheon meraih empat dari cabor atletik, bulu tangkis dan wushu.

Presiden Jokowi sendiri mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan para atlet di Asian Games XVIII. “Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi, saya juga ingin terus melihat Merah Putih dikabarkan dan lagu Indonesia raya terus dikumandangkan,” kata Presiden Jokowi.

Zohri Juara Lari 100 Meter di Finlandia
Sprinter asal Indonesia Lalu Muhammad Zohri (18) berhasil membawa medali emas dalam Kejuaraan Dunia Atletik U20 pelari 100 meter putra yang diselenggarakan di Finlandia.

Dilansir dari situs resmi Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF), Kamis (12/2), ini merupakan medali emas pertama bagi Indonesia. Tercatat dalam 32 tahun terakhir posisi terbaik atlet Indonesia berada dalam finish posisi ke-8 yaitu pada tahun 1986.

Zohri mampu mengungguli duo sprinter asal Amerika Serikat, yakni Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang masing-masing mencatatkan waktu 10,22 detik.Ia tercatat hanya membutuhkan waktu 10,18 detik untuk mencapai garis finish.

“Saya sangat senang dengan kejuaraan junior ini. Sekarang, saya akan mempersiapkan Asian Games bulan depan. Saya sangat bangga – ini adalah pengalaman yang luar biasa dan ini sangat bagus untuk karir saya. Bahkan berada di final adalah berkah yang besar,” ujarnya.

Juara Piala AFF U16
Timnas Indonesia U-16 sukses menjadi yang terbaik di Piala AFF U-16 setelah mengalahkan Thailand U-16 di partai final. Pada pertandingan tersebut, Garuda Asia juara setelah memenangi adu penalti.

Di pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo (11/8) malam tersebut, kedua tim menampilkan permainan terbaik mereka. Indonesia sempat unggul lebih dahulu lewat gol Fajar Fathur di menit ke-33 sebelum Apidet Janngam menyamakan skor pada menit ke-72.

Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, penentuan gelar juara pun harus ditentukan lewat adu penalti. Pada adu penalti, kiper Ernando Ari kemudian menjadi pahlawan dengan mementahkan eksekusi Apidet Janngam dan Pongsakorn Innet.

Sementara empat algojo Indonesia, yakni Sutan Zico, Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah, dan David Maulana mampu menunaikan tugasnya dengan baik.

Kemenangan ini pun disambut bahagia oleh seluruh masyarakat Indonesia. Kegembiraan dan ucapan selamat pun datang dari berbagai penjuru, tak terkecuali Presiden Joko Widodo.

Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 merengkuh titel juara Piala AFF, Sabtu (16/8/2018), mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi, kemenangan itu menjadi kado terindah bagi Indonesia yang akan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-73.

Minions Juara Dunia Bulutangkis
Raihan dalam All England tahun ini menjadikan Marcus/Kevin sebagai pasangan yang tidak terkalahkan dalam 19 laga internasional terakhir, dan memantapkan posisi mereka sebagai pemuncak rangking dunia Badminton World Federation (BWF) saat ini.

Sejumlah rekor lain yang dicatat oleh Marcus/Kevin, yakni menjadi satu-satunya pasangan ganda putra bulutangkis tersukses sepanjang sejarah BWF yang mengumpulkan rangking poin akumulasi melebihi 100 ribu poin.

Selain itu Marcus/Kevin juga menjadi pasangan yang sukses mempertahankan titel ganda putra All England secara berturut-turut sejak tahun 2017-2018, serupa dengan catatan yang ditorehkan pebulutangkis ganda putra Indonesia sebelumnya, yaitu Rexy Mainaky/Ricky Subagja di tahun 1995/1996.

Namun dengan sejumlah capaian ini, Menpora justru mengatakan tantangan cabang bulutangkis masih banyak.

“Tentunya kita berharap, capaian ini menjadi inspirasi dan semangat bagi sektor lainnya seperti di tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, untuk meraih kemenangan dan menjadi juara, karena kita sesungguhnya punya banyak pemain muda yang sangat potensial di sana,” harap Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

TNI Juara Dunia Menembak di Australia
TNI AD kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah dunia dengan menjadi Juara Umum Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2018. Ini adalah lomba tembak bergengsi antar Angkatan Darat dari 18 negara di wilayah Asia Pasifik Amerika dan Eropa. Sudah 11 tahun TNI AD merajai perlombaan ini.

TNI meraih 36 Medali Emas, 18 Perak dan 13 Perunggu, berikutnya Australia dengan meraih 9 medali Emas, 4 Perak dan 10 Perunggu, ditempat ketiga Malaysia meraih 8 Medali Emas, 6 Perak dan 2 Perunggu.

Lomba Tembak ini diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army) dan berlangsung selama 18 hari mulai tanggal 23 April hingga 10 Mei 2018, di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia. Materi yang dilombakan meliputi Materi Senapan dan Pistol serta Sniper.

Pada lomba tembak AASAM tahun 2018 ini, TNI Angkatan Darat menerjunkan 12 atlet menembaknya terdiri dari Kostrad 5 orang, Kopassus 4 orang, Kodam XIV/Hasanuddin 2 orang dan Kodam Jaya 1 orang dengan 4 official.

Sebagai Komandan Kontingen Kolonel Inf Khabib Mahfud, SIP yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Brigif Raider 13/1 Kostrad

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Minions Juara Dunia Bulutangkis All England 2018

Minions Juara Dunia Bulutangkis
Raihan dalam All England tahun ini menjadikan Marcus/Kevin sebagai pasangan yang tidak terkalahkan dalam 19 laga internasional terakhir, dan memantapkan posisi mereka sebagai pemuncak rangking dunia Badminton World Federation (BWF) saat ini.

Sejumlah rekor lain yang dicatat oleh Marcus/Kevin, yakni menjadi satu-satunya pasangan ganda putra bulutangkis tersukses sepanjang sejarah BWF yang mengumpulkan rangking poin akumulasi melebihi 100 ribu poin.

Selain itu Marcus/Kevin juga menjadi pasangan yang sukses mempertahankan titel ganda putra All England secara berturut-turut sejak tahun 2017-2018, serupa dengan catatan yang ditorehkan pebulutangkis ganda putra Indonesia sebelumnya, yaitu Rexy Mainaky/Ricky Subagja di tahun 1995/1996.

Namun dengan sejumlah capaian ini, Menpora justru mengatakan tantangan cabang bulutangkis masih banyak.

“Tentunya kita berharap, capaian ini menjadi inspirasi dan semangat bagi sektor lainnya seperti di tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, untuk meraih kemenangan dan menjadi juara, karena kita sesungguhnya punya banyak pemain muda yang sangat potensial di sana,” harap Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Membanggakan 868 Pelajar Indonesia Raih Medali Emas Sepanjang 2020

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Puncak Persembahan Prestasi Talenta Indonesia secara virtual. Kegiatan itu diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta didik berprestasi Indonesia.

Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud, Asep Sukmayadi menyebut ada 868 pelajar yang meraih medali emas sepanjang 2020. Medali itu merupakan hasil prestasi pelajar baik di ajang Nasional maupun Internasional.

“Peserta 868 peserta didik, semua mengikuti dengan baik, mendapat juara satu medali emas di tingkat nasional dan internasional di semua jenjang,” kata Asep dalam penutupan kegiatan Puncak Persembahan Prestasi Talenta Indonesia Tahun 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
Rinciannya, pemenang untuk bidang olahraga ada 65 pelajar, kemudian kategori sains, teknologi dan inovasi berjumlah 470 pelajar. Lalu, untuk seni, bahasa, dan literasi sebanyak 242 pelajar, dan bidang vokasi dan kewirausahaan total 91 pelajar.

“Mereka adalah peringkat emas dari 121.000 yang ikut pengembangan prestasi nasional dan internasional pada 52 ajang kompetisi secara daring,” ucapnya.

Adapun, kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan peserta didik dalam ruang bersama untuk memperluas kebersamaan dan kebangsaan. Selain itu dapat menjadi ruang berbagi inspirasi dan idealisme gagasan.

Menurutnya, menjaring talenta nasional berarti menyatukan semangat Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila merupakan mereka yang siap menjadi generasi emas di berbagai bidang pembangunan di masa datang.

“Kami kukuhkan sebagai duta talenta penggerak, yang diharapkan terus berkarya untuk menjadi role model,” tambah Asep.

Kegiatan lomba diikuti oleh pelajar jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan khusus, dan pendidikan tinggi. Tujuan kegiatan ini antara lain untuk memberikan wadah silaturahmi, berbagi gagasan, menjalin kolaborasi, mendeklarasikan mimpi, dan cita-cita para generasi berprestasi Indonesia.

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Siswa Indonesia Raih Dua Emas di Olimpiade Fisika (IdPhO) 2020

Tim fisika Indonesia memboyong dua medali emas pada ajang International distributed Physics Olympiad (IdPhO) 2020 tingkat SMA. Dua siswa peraih medali emas adalah Peter A. Sadhani dari SMA Aloysius 1 Bandung, Jawa Barat, dan Wilson C. Putra dari SMA Sutomo 1 Medan, Sumatra Utara.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asep Sukmayadi mengapresiasi seluruh tim fisika Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia pada IdPhO 2020.

“Selamat kepada seluruh tim yang berhasil membawa medali, di tengah pandemi covid-19, kalian tetap kobarkan semangat belajar dan menjadi yang terbaik,” ujar Asep melalui keterangan tertulis, Kamis, 17 Desember 2020

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
Selain dua medali emas, satu medali perunggu juga diraih Lugas Firdinad Hamdi siswa MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur. Kemudian, dua honorable mention (HM) yang diraih Ahmad Arsy dari SMAN 1 Palembang, Sumatera Selatan, dan Dean Hartono dari SMAK Penabur Bintaro Jaya.

Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad/IPhO) ke-51 tahun ini seharusnya digelar di Vilnius, Lithuania pada Juli 2020. Namun, akibat pandemi covid-19 yang melanda dunia, pelaksanaan IPhO 2020 ditunda menjadi tahun 2021.

Guna mengakomodasi berbagai upaya persiapan yang telah dilakukan siswa dan pembinanya, dan pemerintah masing-masing negara peserta dalam persiapan IPhO 2020, tim IPhO Rusia berinisiatif menyelenggarakan kompetisi sejenis bernama IdPhO 2020 (International distributed Physics Olympiad).
Kompetisi IdPhO ini telah diketahui dan disetujui oleh Presiden IPhO untuk ditawarkan ke negara-negara anggota IPhO.

Terselip kata ‘distribute’, karena pelaksanaan tes IphO terdistribusi di negara-negara peserta. Jadi, para peserta tidak melaksanakan tes di satu tempat, sebagaimana biasanya. Kompetisi ini diselenggarakan dengan kualitas soal dan semua aturan yang sama dengan kompetisi IPhO, termasuk materi tes yang terdiri dari Fisika teori dan eksperimen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
Seluruh siswa peserta mengikuti tes di negaranya masing-masing. Lima peserta Indonesia melaksanakan tes teori pada 8 Desember, dan tes eksperimen pada 10 Desember di Hotel Harris Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Masing-masing tes berlangsung selama lima jam tanpa jeda. Kualitas soal IdPhO tidak kalah hebatnya dengan soal IPhO. Hal ini terlihat dari passing grade untuk medali emas yang sangat rendah hanya sebesar 21,39 dari total nilai 50.

Terdapat 211 peserta dari 45 negara yang terdaftar sebagai peserta pada kompetisi fisika tingkat SMA ini dan hanya 204 peserta yang mengirimkan lembar jawaban soal teori maupun eksperimen ke panitia di Rusia. Panitia IdPhO telah mengirimkan alat eksperimen hanya ke 34 negara. Dari 204 peserta itu, 169 siswa adalah peserta resmi dan 35 siswa lainnya sebagai peserta tamu.

“Semoga upaya ini semua berbuah kebaikan untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta,” tutur Ketua Tim Indonesia sekaligus pembina para peserta, Syamsu Rosid.

(AGA)

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Pelajar Aceh Raih Prestasi di Ajang Internasional (I-FEST) 2020

Tim pelajar Aceh yang mewakili Indonesia pada ajang International Festival of Engineering Science and Tachnology (I-FEST) 2020 di Tunisia berhasil meraih prestasi. Pelajar Aceh menyumbangkan satu dari tiga medali perunggu yang dibawa pulang tim Indonesia pada ajang tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD mengatakan, tim pelajar Aceh ini terdiri dari dua orang. Mereka yakni Lolandra dan Gantara Igemuri dari SMA Negeri 1 Takengon.

Rachmat menyatakan, keduanya memperoleh medali perunggu di bidang Life and Biology dengan judul penelitian mereka yaitu ‘processing coffee beans with natural fermentation (dry process) to improve the flavor of arabica coffee beans’. Adanya prestasi di tingkat Internasional dianggap membuktikan bahwa pelajar-pelajar Aceh sudah mampu bersaing dengan pelajar lain di dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
“Alhamdulillah, hari ini kita mendengar anak-anak kita sudah bisa berprestasi di ajang Internasional. Ini merupakan suatu kebanggaan untuk pendidikan Aceh khususnya dan negara Indonesia pada umumnya,” kata Rachmat di Banda Aceh, Rabu, 21 Oktober 2020.
Menurut dia, pandemi covid-19 yang melanda Indonesia bukanlah halangan bagi untuk tetap bisa berprestasi dan mengukur kemampuan siswa Indonesia di antara anak-anak di belahan dunia lainnya. “Kami berharap bahwa dengan adanya lomba ini kita bisa tetap memacu jiwa berprestasi anak-anak di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli menjelaskan, dua pelajar ini meneliti proses pengolahan kopi arabica secara fermentasi alami untuk meningkatkan cita rasa biji kopi.

“Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan di Aceh dan dengan adanya penelitian ini juga akan dapat mempromosikan kopi Aceh di dunia,” kata Zulkifli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad

Zulkifli menjelaskan bahwa I-FEST merupakan ajang kompetisi internasional bergengsi yang diikuti oleh puluhan negara dan ratusan karya proyek penelitian dan invensi. Ia mengaku bersyukur semakin banyak siswa Aceh yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan oleh guru-guru di sekolahnya masing-masing,” ujar Zulkifli.

(AGA)
Medcom

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Siswa Indonesia Rajai Olimpiade Matematika Internasional (IMO) 2020

Stanve Avrilium Widjaja, siswa kelas 12 SMA Kristen Iman, Pengharapan dan Kasih (Ipeka) BSD menyabet emas di ajang International Mathematical Olympiad (IMO) 2020. Ia juga meraih emas pada ajang Tuymaada International Olympiad (Tuymadaa).

“Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dapat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di ajang IMO 2020 dan Tuymaada 2020,” ungkap Stanve melalui siaran pers Ipeka BSD, Senin, 19 Oktober 2020.

Stnave mengatakan, meraih medali di IMO merupakan impian setiap penggemar matematika di dunia. Raihan sempurna sekaligus label absolute winner dan Gold Medal di ajang Tuymaada juga merupakan kebanggaan tersendiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
“Apalagi dapat bersaing dengan negara-negara kuat seperti China, Amerika dan Rusia pada IMO dan Tuymaada,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Kristen Ipeka BSD, Kristhianto Nathanael Kainama bersyukur atas torehan prestasi membanggakan tersebut. Torehan prestasi Stande bukan hanya membanggakan sekolah, tapi juga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Prestasi Stanve tentunya tidak lepas dari doa, bimbingan, dan dukungan banyak pihak. Stanve telah membuktikan bahwa dengan semangat juang yang tinggi, kegigihan, kerja keras dan ketekunan pada bidang yang diminati akan mampu membuahkan hasil yang manis,” ujar Kristhianto.
Sementara itu, Koordinator Lokasi Sekolah Kristen Ipeka BSD, Andriani Winoto menyatakan komitmen sekolah dalam mendukung prestasi siswa. Ipeka BSD siap mendorong setiap murid mengembangkan diri sesuai dengan bakat, talenta, minat, serta kemampuan yang dimiliki.

“Siswa diberikan kesempatan yang luas untuk meng-eksplorasi minat dan kemampuan dengan ikut serta dalam berbagai ajang perlombaan, baik di bidang sains, bahasa, olahraga dan bidang lainnya”, ujar Andriani.

Andriani berharap prestasi Stanve dapat menginspirasi banyak siswa lain, baik di bidang akademis, maupun di bidang apapun yang diminati. Sifat tidak mudah menyerah, gigih menekuni dan mengembangkan diri di bidang yang diminati kiranya dapat diteladani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
“Serta semoga prestasi ini juga dapat menjadi bekal untuk semakin maju dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkap Andriani.

IMO 2020 diikuti 616 peserta dari 105 negara. Tiongkok, Rusia, dan Amerika Serikat menjadi kompetitor terberat. Yang lebih membanggakan, ini merupakan keikutsertaan yang pertama bagi Stanve pada ajang olimpiade matematika paling bergengsi di dunia tersebut.
Capaian ini amat jarang diraih peserta dari negara lain. Sebab, umumnya peraih medali emas merupakan peserta yang telah mengikuti IMO tahun sebelumnya. Raihan medali emas sekaligus menempatkan Stanve ke peringkat 22 dunia, atau yang terbaik dari seluruh peserta asal Indonesia.

IMO merupakan olimpiade sains internasional tertua yang pertama kali diadakan pada 1959. Pada tahun ini, perhelatan IMO diadakan pada 20 hingga 28 September 2020 secara daring. Mekanismenya, peserta akan diawasi oleh kamera secara daring dan didampingi oleh pengawas profesional dan berpengalaman.
Proses menuju IMO dimulai dari seleksi sekolah dan Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) 2019. Peserta-peserta terbaik dari setiap kabupaten/kota dapat mewakili daerahnya untuk mengikuti seleksi provinsi.

Lalu, terpilih 77 peserta terbaik se-Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Pada 2019, OSN diadakan di Manado dan terpilih sekitar 31 anak peraih medali untuk dipanggil mengikuti Pelatnas. Dari Pelatnas tersebut, dipilih 6 orang yang berhak mewakili Indonesia di ajang IMO 2020.

Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang IMO sejak 1988 hingga 2020, baru lima orang siswa yang berhasil meraih medali emas. Pada awal keikutsertaan, tidak ada peserta Indonesia yang berhasil menjawab satu soal pun secara sempurna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad

Butuh waktu empat tahun hingga ada peserta Indonesia yang berhasil menjawab satu soal secara sempurna dan butuh delapan tahun untuk Indonesia berhasil mendapatkan medali perunggu (bronze) pertama. Indonesia baru berhasil meraih medali emas pertama di IMO pada 2013, atau setelah 25 tahun ajang itu digelar,

Sedangkan, Tuymaada International Olympiad (Tuymaada) merupakan kompetisi internasional tahunan yang diadakan di Rusia untuk siswa berusia di bawah 18 tahun. Ajang ini iikuti 151 peserta dari tujuh negara, di antaranya Rusia, Kazakhstan, dan Iran.

Pada tahun ini, Tuymaada diadakan secara daring dari 1 hingga 6 Oktober 2020 yang difasilitasi oleh kamera super sensitif untuk mengawasi para peserta. Pada Tuymaada 2020, dari 21 peserta Indonesia hanya Stanve yang berhasil meraih emas. Stanve juga mendapat predikat Perfect Scorer sekaligus absolute winner atau peringkat pertama.

(AGA)
Medcom

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Tim Indonesia Sabet Juara Dua Ajang Olimpiade Ekonomi Internasional (IEO) 2020 di Kazakhstan

Tim Indonesia berhasil meraih Juara II Sub Bidang Business Case pada ajang International Economics Olympiad (IEO) 2020 yang diselenggarakan di Kazakhstan. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asep Sukmayadi, mengapresiasi capaian siswa Indonesia yang berhasil meraih juara dua dunia pada kompetisi internasional tersebut.

“Saya ucapkan selamat dan bangga, meski di tengah krisis yang sedang kita alami, semangat kalian tetap membara untuk mengikuti kompetisi ini dan menjadi juara dua dunia. Kesungguhan niat dan militansi belajar kalian patut di contoh oleh seluruh generasi muda di Indonesia,” ujar Asep dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 15 September 2020.

Dalam kejuaraan itu, tim Indonesia terdiri atas lima siswa yang berasal dari lima kota. Mereka ialah Florentiana Yuwono dari SMA Darma Yudha, Pekanbaru; Muhammad Lutfi Maudi dari SMA Taruna Nusantara Magelang; Jessica Anabel Tio Prisca dari SMA Negeri 8, Jakarta; Muhammad Zaky Nur Fajar dari SMA Pesantren Unggul Al-Bayan, Sukabumi; dan Pranindiska Nurlistyo Naistana dari SMA Negeri 1, Bumiayu. Kelimanya merupakan peraih medali dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang ekonomi pada tahun 2019 di Manado.

Sebelum ditetapkan untuk mewakili Indonesia, mereka terlebih dahulu diseleksi bersama semua peraih medali dalam Olimpiade Siswa Nasional (OSN) 2019 di Manado. Dari pelatihan dan seleksi babak pertama dipilih 15 terbaik untuk menjalani pelatihan dan seleksi babak kedua.

Kemudian, kelimanya menjalani pembekalan khusus selama sepekan. Pelatihan dan pembekalan tersebut dilaksanakan oleh dosen ekonomi dan bisnis dari UI, UGM, ITB, UB, UM, serta pelatih khusus dari Bursa Efek Indonesia, sebuah lembaga psikologi terapan.

Lima siswa tersebut menjalani lomba di tiga tempat terpisah. Florentiana dan Lutfi menjalani lomba di kota masing-masing. Sedangkan Zaky, Pranindiska dan Jessica menyatu di Jakarta. Kendati pelatihan babak kedua, pembekalan akhir, dan lomba harus ditempuh secara daring, motivasi mereka untuk menunjukkan prestasi sangat tinggi.

“Kegigihan para peserta untuk membawa Indonesia bersinar di kancah internasional berhasil mengharumkan nama bangsa. Kelimanya sukses merebut medali,” ucapnya.

Dari ajang IEO 2020, Pranindiska berhasil meraih medali perunggu. Lutfi, Jessica, dan Zaky masing-masing meraih medali perak. Sedangkan Florentiana meraih medali emas. Selain medali-medali ini, Lutfi dan Zaky keluar sebagai juara pertama dan juara kedua sub bidang financial literacy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
Dalam lomba business case solution, mereka harus mempresentasikan solusi pemasaran vaksin covid-19 dan kemudian menjawab pertanyaan dewan juri. Tim ini mempersembahkan medali perak. Karena perbedaan waktu antara Kazakhstan dan Indonesia, presentasi kasus bisnis mereka berlangsung pada sekitar pukul 23.30 WIB.

Dengan raihan tersebut, untuk level negara, Indonesia keluar sebagai juara umum kedua dan meraih medali perak. Tempat pertama dan ketiga diduduki oleh Brasil dan Rusia.

Dalam IEO kedua di Russia tahun lalu, tim Indonesia menempati peringkat keempat. Artinya, prestasi Indonesia di ajang tersebut meningkat tahun ini.

“Dengan prestasi yang meningkat dan membanggakan itu, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud kini sedang mempertimbangkan untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah ajang IEO,” ungkapnya.

Baca: Rabita Madina, Mahasiswa Berprestasi Nasional 2020 dari UGM
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
IEO ketiga tersebut berlangsung secara dalam jaringan (daring) di Kazakhstan. IEO pertama pada 2018 berlangsung di Moskow, dan IEO kedua pada 2019 berlangsung di Saint Petersburg. Kejuaraan untuk siswa jenjang SMA ini melombakan tiga macam sub-bidang, yaitu financial literacy dan economics, bersifat perorangan, serta business case solution yang bersifat beregu.

Ajang IEO dimotori oleh HSE University, salah satu universitas besar dan ternama di Rusia, serta kawasan Eropa Timur. Kompetisi itu berlangsung sejak 7 hingga 13 September 2020. Ajang IEO tahun ini diikuti oleh siswa-siswa SMA dari 29 negara, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, India, Iran, Kanada, dan Rusia.

(AGA)

Medcom

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

UGM Juara Kompetisi Inovasi Pangan dan Pertanian Internasional Thought For Food Challenge 2020

Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) menjuarai kompetisi tahunan Thought For Food Challenge 2020. Tim Banoo UGM dinyatakan juara setelah berhasil menyisihkan 5.200 pendaftar dari 175 negara.

Tim Banoo terdiri dari lima mahasiswa dan alumni UGM. Mereka yakni Lakshita Aliva Zein (Perikanan 2016), Fajar Sidik Abdullah Kelana (Teknik Mesin 2012), Azellia Alma Shafira (Manajemen 2016), Muhammad Adlan Hawari (Elektronika dan Instrumentasi 2015), dan Fakhrudin Hary Santoso (Perikanan 2015). Mereka berhasil mengembangkan alat micro bubble generator (MBG) dilengkapi dengan sensor berbasis IoT dan panel surya untuk meningkatkan 40 persen produktivitas kolam ikan.

Lakshita Aliva Zein menuturkan kompetisi Thought For Food diselenggarakan oleh organisasi yang bergerak di bidang inovasi kewirausahaan untuk pangan dan pertanian dunia pada 16 Oktober 2020, di Rotterdam, Belanda. Kompetisi kali ini berhasil memecahkan rekor dengan jumlah pendaftar terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
“Ada 5.200 pendaftar dari 175 negara di seluruh penjuru dunia. Dari 5.200 pendaftar terpilih 10 tim untuk menjadi finalis yang diundang untuk melakukan pitching mengenai ide solusi dari masing-masing startup,” ujar Aliva, mengutip siaran pers UGM, Rabu, 2 Desember 2020.

Banoo startup teknologi perikanan karya alumni dan mahasiswa UGM ini menjadi salah satu dari 10 finalis terpilih. Tim ini pun kemudian diberi kesempatan untuk melakukan pitching mengenai solusi yang ditawarkan untuk inovasi pangan dunia di hadapan beberapa juri.

“Banoo membuat inovasi teknologi microbubble generator (MBG) guna meningkatkan kualitas air kolam dengan bantuan Internet-of-Things (IoT), yaitu sensor yang berfungsi untuk mengaktifkan micro bubble generator secara otomatis,” jelasnya.
Dengan teknologi MBG ini, kata Aliva, mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air sehingga pertumbuhan ikan akan lebih baik, masa panen semakin cepat dan akhirnya pendapatan pembudidaya ikan dapat meningkat. Dengan solusi yang ditawarkan, tim Banoo berhasil memperoleh juara satu dalam kompetisi Thought For Food Global Challenge 2020 dan mendapatkan hadiah utama berupa TFF Grand Prize sebesar USD10 ribu.

“Menurut penilaian para juri, inovasi yang dilakukan oleh tim Banoo dalam sektor perikanan merupakan inovasi yang tepat guna,” ucap Aliva.

Para juri juga menilai teknologi yang dikembangkan tim Banoo dapat diaplikasikan oleh pembudidaya ikan berskala kecil. Kesederhanaan solusi dari tim Banoo, yaitu mengatasi kualitas air di kolam budi daya ikan dinilai dapat memberikan dampak pada ketahanan pangan, lingkungan dan juga ekonomi.

Aliva menambahkan, selain memenangkan kompetisi TFF Global Challenge, pada tahun 2020, tim Banoo berhasil menjadi finalis di kompetisi bergengsi tingkat dunia seperti MIT Sustainable Food Systems Challenge 2020 dan Young Social Entrepreneurs 2020 yang diselenggarakan Singapore International Foundation. Oktober lalu, tim Banoo juga mendapatkan kesempatan untuk hadir di acara Kick Andy yang tayang di Metro TV dalam tema acara ‘Pemuda Indonesia yang Mengguncang Dunia’.

“Kita berencana ke depan nanti, Tim Banoo akan melakukan produksi alat MBG secara massal agar para pembudidaya ikan di Indonesia maupun mancanegara dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” terangnya.

(AGA)
Medcom

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

UGM Juara Kompetisi Inovasi Pangan dan Pertanian Internasional Thought For Food Challenge 2020

Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) menjuarai kompetisi tahunan Thought For Food Challenge 2020. Tim Banoo UGM dinyatakan juara setelah berhasil menyisihkan 5.200 pendaftar dari 175 negara.

Tim Banoo terdiri dari lima mahasiswa dan alumni UGM. Mereka yakni Lakshita Aliva Zein (Perikanan 2016), Fajar Sidik Abdullah Kelana (Teknik Mesin 2012), Azellia Alma Shafira (Manajemen 2016), Muhammad Adlan Hawari (Elektronika dan Instrumentasi 2015), dan Fakhrudin Hary Santoso (Perikanan 2015). Mereka berhasil mengembangkan alat micro bubble generator (MBG) dilengkapi dengan sensor berbasis IoT dan panel surya untuk meningkatkan 40 persen produktivitas kolam ikan.

Lakshita Aliva Zein menuturkan kompetisi Thought For Food diselenggarakan oleh organisasi yang bergerak di bidang inovasi kewirausahaan untuk pangan dan pertanian dunia pada 16 Oktober 2020, di Rotterdam, Belanda. Kompetisi kali ini berhasil memecahkan rekor dengan jumlah pendaftar terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
“Ada 5.200 pendaftar dari 175 negara di seluruh penjuru dunia. Dari 5.200 pendaftar terpilih 10 tim untuk menjadi finalis yang diundang untuk melakukan pitching mengenai ide solusi dari masing-masing startup,” ujar Aliva, mengutip siaran pers UGM, Rabu, 2 Desember 2020.

Banoo startup teknologi perikanan karya alumni dan mahasiswa UGM ini menjadi salah satu dari 10 finalis terpilih. Tim ini pun kemudian diberi kesempatan untuk melakukan pitching mengenai solusi yang ditawarkan untuk inovasi pangan dunia di hadapan beberapa juri.

“Banoo membuat inovasi teknologi microbubble generator (MBG) guna meningkatkan kualitas air kolam dengan bantuan Internet-of-Things (IoT), yaitu sensor yang berfungsi untuk mengaktifkan micro bubble generator secara otomatis,” jelasnya.
Dengan teknologi MBG ini, kata Aliva, mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air sehingga pertumbuhan ikan akan lebih baik, masa panen semakin cepat dan akhirnya pendapatan pembudidaya ikan dapat meningkat. Dengan solusi yang ditawarkan, tim Banoo berhasil memperoleh juara satu dalam kompetisi Thought For Food Global Challenge 2020 dan mendapatkan hadiah utama berupa TFF Grand Prize sebesar USD10 ribu.

“Menurut penilaian para juri, inovasi yang dilakukan oleh tim Banoo dalam sektor perikanan merupakan inovasi yang tepat guna,” ucap Aliva.

Para juri juga menilai teknologi yang dikembangkan tim Banoo dapat diaplikasikan oleh pembudidaya ikan berskala kecil. Kesederhanaan solusi dari tim Banoo, yaitu mengatasi kualitas air di kolam budi daya ikan dinilai dapat memberikan dampak pada ketahanan pangan, lingkungan dan juga ekonomi.

Aliva menambahkan, selain memenangkan kompetisi TFF Global Challenge, pada tahun 2020, tim Banoo berhasil menjadi finalis di kompetisi bergengsi tingkat dunia seperti MIT Sustainable Food Systems Challenge 2020 dan Young Social Entrepreneurs 2020 yang diselenggarakan Singapore International Foundation. Oktober lalu, tim Banoo juga mendapatkan kesempatan untuk hadir di acara Kick Andy yang tayang di Metro TV dalam tema acara ‘Pemuda Indonesia yang Mengguncang Dunia’.

“Kita berencana ke depan nanti, Tim Banoo akan melakukan produksi alat MBG secara massal agar para pembudidaya ikan di Indonesia maupun mancanegara dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” terangnya.

(AGA)
Medcom