Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Siswa Indonesia Raih Dua Emas di Olimpiade Fisika (IdPhO) 2020

Tim fisika Indonesia memboyong dua medali emas pada ajang International distributed Physics Olympiad (IdPhO) 2020 tingkat SMA. Dua siswa peraih medali emas adalah Peter A. Sadhani dari SMA Aloysius 1 Bandung, Jawa Barat, dan Wilson C. Putra dari SMA Sutomo 1 Medan, Sumatra Utara.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asep Sukmayadi mengapresiasi seluruh tim fisika Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia pada IdPhO 2020.

“Selamat kepada seluruh tim yang berhasil membawa medali, di tengah pandemi covid-19, kalian tetap kobarkan semangat belajar dan menjadi yang terbaik,” ujar Asep melalui keterangan tertulis, Kamis, 17 Desember 2020

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
Selain dua medali emas, satu medali perunggu juga diraih Lugas Firdinad Hamdi siswa MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur. Kemudian, dua honorable mention (HM) yang diraih Ahmad Arsy dari SMAN 1 Palembang, Sumatera Selatan, dan Dean Hartono dari SMAK Penabur Bintaro Jaya.

Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad/IPhO) ke-51 tahun ini seharusnya digelar di Vilnius, Lithuania pada Juli 2020. Namun, akibat pandemi covid-19 yang melanda dunia, pelaksanaan IPhO 2020 ditunda menjadi tahun 2021.

Guna mengakomodasi berbagai upaya persiapan yang telah dilakukan siswa dan pembinanya, dan pemerintah masing-masing negara peserta dalam persiapan IPhO 2020, tim IPhO Rusia berinisiatif menyelenggarakan kompetisi sejenis bernama IdPhO 2020 (International distributed Physics Olympiad).
Kompetisi IdPhO ini telah diketahui dan disetujui oleh Presiden IPhO untuk ditawarkan ke negara-negara anggota IPhO.

Terselip kata ‘distribute’, karena pelaksanaan tes IphO terdistribusi di negara-negara peserta. Jadi, para peserta tidak melaksanakan tes di satu tempat, sebagaimana biasanya. Kompetisi ini diselenggarakan dengan kualitas soal dan semua aturan yang sama dengan kompetisi IPhO, termasuk materi tes yang terdiri dari Fisika teori dan eksperimen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
Seluruh siswa peserta mengikuti tes di negaranya masing-masing. Lima peserta Indonesia melaksanakan tes teori pada 8 Desember, dan tes eksperimen pada 10 Desember di Hotel Harris Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Masing-masing tes berlangsung selama lima jam tanpa jeda. Kualitas soal IdPhO tidak kalah hebatnya dengan soal IPhO. Hal ini terlihat dari passing grade untuk medali emas yang sangat rendah hanya sebesar 21,39 dari total nilai 50.

Terdapat 211 peserta dari 45 negara yang terdaftar sebagai peserta pada kompetisi fisika tingkat SMA ini dan hanya 204 peserta yang mengirimkan lembar jawaban soal teori maupun eksperimen ke panitia di Rusia. Panitia IdPhO telah mengirimkan alat eksperimen hanya ke 34 negara. Dari 204 peserta itu, 169 siswa adalah peserta resmi dan 35 siswa lainnya sebagai peserta tamu.

“Semoga upaya ini semua berbuah kebaikan untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta,” tutur Ketua Tim Indonesia sekaligus pembina para peserta, Syamsu Rosid.

(AGA)

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Siswa Indonesia Rajai Olimpiade Matematika Internasional (IMO) 2020

Stanve Avrilium Widjaja, siswa kelas 12 SMA Kristen Iman, Pengharapan dan Kasih (Ipeka) BSD menyabet emas di ajang International Mathematical Olympiad (IMO) 2020. Ia juga meraih emas pada ajang Tuymaada International Olympiad (Tuymadaa).

“Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dapat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di ajang IMO 2020 dan Tuymaada 2020,” ungkap Stanve melalui siaran pers Ipeka BSD, Senin, 19 Oktober 2020.

Stnave mengatakan, meraih medali di IMO merupakan impian setiap penggemar matematika di dunia. Raihan sempurna sekaligus label absolute winner dan Gold Medal di ajang Tuymaada juga merupakan kebanggaan tersendiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
“Apalagi dapat bersaing dengan negara-negara kuat seperti China, Amerika dan Rusia pada IMO dan Tuymaada,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Kristen Ipeka BSD, Kristhianto Nathanael Kainama bersyukur atas torehan prestasi membanggakan tersebut. Torehan prestasi Stande bukan hanya membanggakan sekolah, tapi juga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Prestasi Stanve tentunya tidak lepas dari doa, bimbingan, dan dukungan banyak pihak. Stanve telah membuktikan bahwa dengan semangat juang yang tinggi, kegigihan, kerja keras dan ketekunan pada bidang yang diminati akan mampu membuahkan hasil yang manis,” ujar Kristhianto.
Sementara itu, Koordinator Lokasi Sekolah Kristen Ipeka BSD, Andriani Winoto menyatakan komitmen sekolah dalam mendukung prestasi siswa. Ipeka BSD siap mendorong setiap murid mengembangkan diri sesuai dengan bakat, talenta, minat, serta kemampuan yang dimiliki.

“Siswa diberikan kesempatan yang luas untuk meng-eksplorasi minat dan kemampuan dengan ikut serta dalam berbagai ajang perlombaan, baik di bidang sains, bahasa, olahraga dan bidang lainnya”, ujar Andriani.

Andriani berharap prestasi Stanve dapat menginspirasi banyak siswa lain, baik di bidang akademis, maupun di bidang apapun yang diminati. Sifat tidak mudah menyerah, gigih menekuni dan mengembangkan diri di bidang yang diminati kiranya dapat diteladani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
“Serta semoga prestasi ini juga dapat menjadi bekal untuk semakin maju dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkap Andriani.

IMO 2020 diikuti 616 peserta dari 105 negara. Tiongkok, Rusia, dan Amerika Serikat menjadi kompetitor terberat. Yang lebih membanggakan, ini merupakan keikutsertaan yang pertama bagi Stanve pada ajang olimpiade matematika paling bergengsi di dunia tersebut.
Capaian ini amat jarang diraih peserta dari negara lain. Sebab, umumnya peraih medali emas merupakan peserta yang telah mengikuti IMO tahun sebelumnya. Raihan medali emas sekaligus menempatkan Stanve ke peringkat 22 dunia, atau yang terbaik dari seluruh peserta asal Indonesia.

IMO merupakan olimpiade sains internasional tertua yang pertama kali diadakan pada 1959. Pada tahun ini, perhelatan IMO diadakan pada 20 hingga 28 September 2020 secara daring. Mekanismenya, peserta akan diawasi oleh kamera secara daring dan didampingi oleh pengawas profesional dan berpengalaman.
Proses menuju IMO dimulai dari seleksi sekolah dan Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) 2019. Peserta-peserta terbaik dari setiap kabupaten/kota dapat mewakili daerahnya untuk mengikuti seleksi provinsi.

Lalu, terpilih 77 peserta terbaik se-Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Pada 2019, OSN diadakan di Manado dan terpilih sekitar 31 anak peraih medali untuk dipanggil mengikuti Pelatnas. Dari Pelatnas tersebut, dipilih 6 orang yang berhak mewakili Indonesia di ajang IMO 2020.

Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang IMO sejak 1988 hingga 2020, baru lima orang siswa yang berhasil meraih medali emas. Pada awal keikutsertaan, tidak ada peserta Indonesia yang berhasil menjawab satu soal pun secara sempurna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad

Butuh waktu empat tahun hingga ada peserta Indonesia yang berhasil menjawab satu soal secara sempurna dan butuh delapan tahun untuk Indonesia berhasil mendapatkan medali perunggu (bronze) pertama. Indonesia baru berhasil meraih medali emas pertama di IMO pada 2013, atau setelah 25 tahun ajang itu digelar,

Sedangkan, Tuymaada International Olympiad (Tuymaada) merupakan kompetisi internasional tahunan yang diadakan di Rusia untuk siswa berusia di bawah 18 tahun. Ajang ini iikuti 151 peserta dari tujuh negara, di antaranya Rusia, Kazakhstan, dan Iran.

Pada tahun ini, Tuymaada diadakan secara daring dari 1 hingga 6 Oktober 2020 yang difasilitasi oleh kamera super sensitif untuk mengawasi para peserta. Pada Tuymaada 2020, dari 21 peserta Indonesia hanya Stanve yang berhasil meraih emas. Stanve juga mendapat predikat Perfect Scorer sekaligus absolute winner atau peringkat pertama.

(AGA)
Medcom

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

UGM Juara Kompetisi Inovasi Pangan dan Pertanian Internasional Thought For Food Challenge 2020

Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) menjuarai kompetisi tahunan Thought For Food Challenge 2020. Tim Banoo UGM dinyatakan juara setelah berhasil menyisihkan 5.200 pendaftar dari 175 negara.

Tim Banoo terdiri dari lima mahasiswa dan alumni UGM. Mereka yakni Lakshita Aliva Zein (Perikanan 2016), Fajar Sidik Abdullah Kelana (Teknik Mesin 2012), Azellia Alma Shafira (Manajemen 2016), Muhammad Adlan Hawari (Elektronika dan Instrumentasi 2015), dan Fakhrudin Hary Santoso (Perikanan 2015). Mereka berhasil mengembangkan alat micro bubble generator (MBG) dilengkapi dengan sensor berbasis IoT dan panel surya untuk meningkatkan 40 persen produktivitas kolam ikan.

Lakshita Aliva Zein menuturkan kompetisi Thought For Food diselenggarakan oleh organisasi yang bergerak di bidang inovasi kewirausahaan untuk pangan dan pertanian dunia pada 16 Oktober 2020, di Rotterdam, Belanda. Kompetisi kali ini berhasil memecahkan rekor dengan jumlah pendaftar terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
“Ada 5.200 pendaftar dari 175 negara di seluruh penjuru dunia. Dari 5.200 pendaftar terpilih 10 tim untuk menjadi finalis yang diundang untuk melakukan pitching mengenai ide solusi dari masing-masing startup,” ujar Aliva, mengutip siaran pers UGM, Rabu, 2 Desember 2020.

Banoo startup teknologi perikanan karya alumni dan mahasiswa UGM ini menjadi salah satu dari 10 finalis terpilih. Tim ini pun kemudian diberi kesempatan untuk melakukan pitching mengenai solusi yang ditawarkan untuk inovasi pangan dunia di hadapan beberapa juri.

“Banoo membuat inovasi teknologi microbubble generator (MBG) guna meningkatkan kualitas air kolam dengan bantuan Internet-of-Things (IoT), yaitu sensor yang berfungsi untuk mengaktifkan micro bubble generator secara otomatis,” jelasnya.
Dengan teknologi MBG ini, kata Aliva, mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air sehingga pertumbuhan ikan akan lebih baik, masa panen semakin cepat dan akhirnya pendapatan pembudidaya ikan dapat meningkat. Dengan solusi yang ditawarkan, tim Banoo berhasil memperoleh juara satu dalam kompetisi Thought For Food Global Challenge 2020 dan mendapatkan hadiah utama berupa TFF Grand Prize sebesar USD10 ribu.

“Menurut penilaian para juri, inovasi yang dilakukan oleh tim Banoo dalam sektor perikanan merupakan inovasi yang tepat guna,” ucap Aliva.

Para juri juga menilai teknologi yang dikembangkan tim Banoo dapat diaplikasikan oleh pembudidaya ikan berskala kecil. Kesederhanaan solusi dari tim Banoo, yaitu mengatasi kualitas air di kolam budi daya ikan dinilai dapat memberikan dampak pada ketahanan pangan, lingkungan dan juga ekonomi.

Aliva menambahkan, selain memenangkan kompetisi TFF Global Challenge, pada tahun 2020, tim Banoo berhasil menjadi finalis di kompetisi bergengsi tingkat dunia seperti MIT Sustainable Food Systems Challenge 2020 dan Young Social Entrepreneurs 2020 yang diselenggarakan Singapore International Foundation. Oktober lalu, tim Banoo juga mendapatkan kesempatan untuk hadir di acara Kick Andy yang tayang di Metro TV dalam tema acara ‘Pemuda Indonesia yang Mengguncang Dunia’.

“Kita berencana ke depan nanti, Tim Banoo akan melakukan produksi alat MBG secara massal agar para pembudidaya ikan di Indonesia maupun mancanegara dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” terangnya.

(AGA)
Medcom

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Tim Bimasakti UGM Raih Prestasi di Formula Student SAE Australasia 2020

Bimasakti Racing Team Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang perlombaan internasional di Formula Student SAE Australasia 2020. Kompetisi ini digelar pada 11-16 Desember 2020 lalu.

Tim Bimasakti berhasil membawa pulang penghargaan berupa peringkat tiga dalam Business Event Category. Capaian itu membuatnya menjadi satu-satunya tim dari Indonesia yang memperoleh penghargaan.

Dalam ajang Formula Student SAE Australasia 2020 ini, perjuangan Tim Bimasakti dimulai dari tahap Design Event. Pada tahap ini, Tim Bimasakti diharuskan mempresentasikan desain dari mobil yang telah dibangun dalam satu tahun terakhir ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
Hasil akhir dari tahap ini menjadikan desain mobil Tim Bimasakti berhasil meraih posisi sembilan besar dengan perolehan total poin sebesar 112,64.

Perjuangan Tim Bimasakti dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu Cost Event. Pada tahap ini, Tim Bimasakti diharuskan mempresentasikan proses manufaktur dari mobil yang efektif dengan cost atau biaya seminimal mungkin. Hasil akhir dari tahap ini menunjukkan Tim Bimasakti berhasil mendapatkan posisi empat besar dengan poin sebesar 82 dan hanya terpaut tiga poin dari posisi tiga besar.

Kemudian, perjuangan Tim Bimasakti dilanjutkan pada tahap Business Event. Pada tahap ini, Tim Bimasakti UGM mengangkat tema yang bertujuan untuk merevolusi industri balap formula di Indonesia. Dalam tahap ini pula, ide utama yang dibawakan oleh Tim Bimasakti adalah penyediaan akademi bagi racer dan engineer muda, khususnya bagi tim FSAE dan juga mahasiswa Teknik Mesin di Indonesia.

Dalam tahap ini, Tim Bimasakti berhasil membawa pulang penghargaan peringkat ke-3. Penghargaan ini menjadikannya menduduki peringkat lima besar secara keseluruhan di ajang perlombaan internasional Formula Student SAE Australasia 2020.

Iqbal Faishal, Kapten Tim Bimasakti generasi 10, mengungkapkan bahwa prestasi tim tahun ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh anggota tim yang telah mempersiapkan semuanya kurang lebih selama satu tahun. Selain itu, prestasi tersebut membuktikan bahwa Tim Bimasakti tetap bisa mengukir prestasi walaupun dihadang pandemi covid-19.

“Kami mempersiapkan mobil lebih baik dalam satu tahun ini, apalagi dengan adanya pandemi covid-19,” ujar mahasiswa Teknik Mesin UGM angkatan 2017 ini,

Tim juga harus mempersiapkan banyak hal dari berbagai sektor, dari materi presentasi hingga fasilitas yang digunakan demi kelancaran di perlombaan Formula Student SAE 2020 yang diselenggarakan secara daring ini. “Selain itu, kami juga bersaing dengan partisipan dari berbagai tim mahasiswa mancanegara lainya, seperti dari Australia, India, Polandia, dan negara-negara yang lainnya,” terangnya.

Iqbal juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan dari berbagai pihak kepada Tim Bimasakti UGM. Menurutnya, berkat dukungan tersebut, dirinya bersama kawan-kawan tim mampu bekerja dengan penuh dedikasi, perjuangan, serta bertahan melewati proses yang panjang hingga berhasil meraih kemenangan ini.

“Prestasi yang telah diperoleh dari perlombaan ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi Tim Bimasakti untuk terus berprestasi dan membawa pulang lebih banyak penghargaan. Tentunya, hal itu tak lain demi membanggakan nama almamater serta Indonesia tercinta,” pungkasnya.

(CEU)
medcom

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Mahasiswa UI Juara “Deloitte Tax Challenge Competition “dan “Global Goals Summit 2020”

Prestasi membanggakan sudah banyak ditorehkan mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Baik itu di kancah nasional maupun internasional. Yang terbaru, para mahasiswa UI berhasil meraih prestasi di tingkat nasional dan global melalui Kompetisi “Deloitte Tax Challenge Competition “dan “Global Goals Summit 2020” di awal 2020 ini.

“Sepuluh mahasiswa UI terpilih untuk mengikuti “Global Goals Summit 2020” yang digelar oleh Studec International bekerja sama dengan SDG’s Youth Action United Nation. Acara tahunan tersebut diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia dan diikuti oleh 160 peserta dari 31 negara, diantaranya China, India, Pakistan, Equador,“ ujar Rosari Saleh, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/1/2020).

Menurut Rosari, prestasi UI di ajang “Global Goals Summit” tahun ini mengalami peningkatan dari tahun 2019 lalu, dimana saat itu, UI meloloskan 6 (enam) mahasiswa dengan menyabet dua penghargaan. Tahun 2020 ini, UI meloloskan 10 (sepuluh) mahasiswa, dimana 3 (tiga) mahasiswa memperoleh penghargaan yaitu Amelia Maharani Kartika (FIK 2015), Yulia Ika Winria (FIK 2016), dan Dimas Rafid Tepal (FISIP 2017)

“Pada kegiatan tersebut Amelia Maharani Kartika mendapatkan predikat “Best Idea” dengan topik tentang pengurangan angka kematian ibu dan janin. Senada dengan Amelia, Yulia Ika Winria mendapatkan predikat “Best Idea” dengan topik tentang penggunaan Pop Culture sebagai bagian untuk mempromosikan kesehatan. Sedangkan Dimas Rafid mendapat penghargaan sebagai “Best Essay” dengan judul tulisan “Strategi Pemberdayaan Kelompok Refugees di Asia Tenggara,” tambah Rosari yang juga seorang Guru Besar Fakultas MIPA.

Adapun Global Goals Summit adalah Kegiatan tahunan yang menjadi ruang bagi para pemuda dari berbagai negara mengembangkan ide mengenai Sustainable Development Goal’s (SDG’s), dengan harapan dapat menyusun langkah-langkah sebagai agen perubahan global. Keikutsertaan mereka pada kompetisi tersebut dimulai dari pengiriman personal statement terhadap pemahaman dan perhatian para mahasiswa terhadap isu SDG’s.

“Tidak hanya itu, mahasiswa FIA UI memenangkan Juara 1 Deloitte Tax Challenge Competition, yang diwakili oleh Atika Astri, Dini Dubelmar, Fajri Nur Amin Basyeban, Irsyad Hadi Prasetyo, dimana mereka akan mewakili Indonesia untuk mengikuti ajang yang sama di tingkat ASEAN,” pungkasnya. (dai)

Indopos .co .id

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Pelajar SMA Athirah Makassar Juara II Karya Ilmiah Inovatif di Korsel 2020

SMA Islam Athirah 1 Makassar menorehkan prestasi di kancah internasional lewat ajang kompetisi karya ilmiah inovatif di Korea Selatan. Sekolah Binaan Yayasan Hadji Kalla itu berhasil menyabet juara II karya ilmiah inovatif pada bidang ilmu hayati dengan pemanfaatan tumbuhan eceng gondok menjadi tisu di negeri ginseng.

Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar, Tawakkal Kahar menyampaikan rasa bangga atas prestasi siswanya. Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada tim Eichracial-T, sebutan untuk tim Athirah, yang saat ini duduk di bangku kelas XII MIPA 1 dan telah mengharumkan nama Sekolah Islam Athirah.

“Tentunya kami bangga, anak-anak kita bisa memberikan yang terbaik buat kita semua. Selamat, Anda adalah siswa terbaik yang bisa menginspirasi siswa lainnya menghasilkan karya terbaik untuk sekolah dan Indonesia,” ucap Tawakkal di Makassar, Rabu, 9 September 2020.

Pada ajang ini, SMA Islam Athirah 1 Makassar diwakili tiga orang siswinya yakni St. Rahma Rahim, Nurnabilla Syfadewi Attaya, dan Nawwarah Liyana Zafira Aminanti. Ketiganya pun mengungkapkan perasaan syukur, bahagia, dan bangga atas torehan prestasi yang telah diraih.

“Rasanya bangga dan senang, karena perjuangan selama ini terbayarkan, alhamdulillah kami sangat bersyukur,” kata Nabilla.
Sebelumnya, Tim Eichracial-T itu dinobatkan sebagai juara 2 nasional dalam ajang National Science Innovation Expo 2019 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sains Fisika UIN Sunan Gunung Djati pada 23 November 2019 di Bandung. Kemenangan tersebut mengantarkan mereka berkompetisi ke tingkat internasional pada ajang World Invention Innovation Contest (WIC) 2020 yang digelar di Korea Selatan.

Selama masa risetnya, mereka didampingi dan dibimbing oleh wali kelasnya bernama Jumarni yang diketahui bukan guru mata pelajaran rumpun sains. Namun berkat kegigihan dan kerja kerasnya, mampu mengharumkan nama Sekolah Athirah dan Indonesia mendapat hasil luar biasa.

“Pastinya beryukur, senang, bahagia dan bangga,” kata Rara sapaan Rahma Rahim.

Direktur Sekolah Islam Athirah H. Syamril, tidak lupa mengucapkan selamat dan berharap agar tim Eichracial-T dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

“Selamat atas pencapainnya, semoga bisa menjadi sejarah baru di Athirah dan nantinya bisa menghasilkan temuan-temuan baru lagi yang bisa menginspirasi kita semua,” ucap Syamril.

(AGA)

Medcom