Categories
Tahun 2016 s/d 2020

MAN 2 Tasikmalaya Raih Perunggu di Kompetisi Sains International Africa Science Buskers Festival 2020

Tiga tim siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tasikmalaya mengukir prestasi internasional. Ketiganya meraih penghargaan pada ajang Africa Science Buskers Festival 2020.

Karena pandemi, kompetisi ini digelar secara daring pada 28-29 Agustus 2020. Tim 1 meraih medali perunggu (bronze). Selain itu, ketiga tim ini juga masuk 10 besar Peoples Choice Award (Favorit) dengan menempati posisi ke-4, 7, dan 8.

“Alhamdulillah, meski belum berhasil mendapat Gold Award, tim MAN 2 Tasikmalaya bisa mengharumkan nama bangsa di ajang internasional, meski di tengah berbagai keterbatasan paralatan dan waktu yang padat,” jelas Kepala Madrasah yang juga dikenal MAN Cipasung, Ida dalam keterangannya, Sabtu, 5 September 2020.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
“Mereka telah bersaing dengan 175 peserta dari 15 negara, di dalamnya ada Amerika Serikat, Brazil, Mexico, Turki, Afrika Selatan, Zimbabwe, Tunisia, Chili, dan Malawi,” sebutnya.

Menurut Ida, Africa Science Buskers Festival 2020 adalah kompetisi internasional yang didanai Broadcom Master (Society for Science) selaku salah satu sponsor ISEF. Dewan juri dalam kompetisi ini menilai presentasi video dan laporan naskah peserta.

Penilaian dilakukan pada 28-29 Agustus 2020 melalui juri Grand Awards dan Special Awards setiap negara. “Asesmen dilakukan tertutup dan virtual oleh para juri dengan teknis mem-floor-kan video, lalu memberi komentar, selanjutnya diberi penilaian akhir untuk kategorinya,” jelas Ida.

Tiga tim siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tasikmalaya atau MAN Cipasung ikut menjadi wakil Indonesia pada ajang ini setelah meraih juara pada ajang lomba Karya Ilmiah tingkat Nasional 2020 yang diselenggarakan oleh Curious Indonesian Network. MAN 2 Tasikmalaya mengirim tiga tim. Tim 1 berhasil menjadi peringkat pertama. Sedang tim 2 dan tim 3 meraih peringkat ketiga.

(CEU)

Medcom

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Poster Karya Siswi Indonesia Sabet Emas di Jepang 21st International High Schools Arts Festival 2020

Nila Eleora Putri Sianturi, siswi SMAN 68 Jakarta mewakili Indonesia dalam 21st International High Schools Arts Festival. Dalam festival yang digelar mulai 5-16 Agustus 2020 di Tokyo Jepang ini, poster hasil karya Nila berhasil mendapat penghargaan berupa medali emas.

Upacara penganugerahan medali kepada peserta IFAC digelar 5 Agustus 2020 pukul 11.00-14.00 waktu jepang melalui YouTube dan laman https://www.ihsaf.net. Acara kemudian dilanjutkan dengan festival yang digelar hingga 16 Agustus 2020.

Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asep Sukmayadi menyampaikan, bahwa Indonesia merasa terhormat dapat mengikuti ajang festival internasional ini. “Selain di bidang sains, kita harus mengembangkan bidang lainnya seperti seni budaya dan olahraga sesuai dengan prinsip olah pikir, olah rasa, olah hati dan olahraga,” ungkap Asep di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad
Penyelenggara kegiatan ini adalah International Foundation for Arts and Culture (IFAC). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas di bidang seni, khususnya poster dan lukisan serta menambah pengalaman seni dan budaya bagi para siswa pendidikan menengah lintas negara.

Kegiatan IFAC, lanjut Asep, harus dipandang bukan hanya sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan persahabatan, memperluas jaringan, melainkan juga untuk memajukan kerja sama global. Terutama dalam pembangunan pendidikan, seni dan budaya dunia yang berkualitas dan berkelanjutan.

Festival yang diselenggarakan oleh pihak IFAC ini diikuti 18 negara untuk kategori poster dan lukisan. Selain kategori tersebut, ada juga kategori untuk seni dan budaya Jepang.

Pada kategori poster dan lukisan, setiap negara mengirim maksimal empat nominasi karya terbaik kepada IFAC. Kemudian dipilih satu pemenang dari setiap negara untuk hadir pada acara penganugerahan pemenang.

Mempertimbangkan kondisi pandemi covid-19 saat ini, pihak IFAC menyelenggarakan acara penganugerahan karya seni melalui live streaming YouTube. Empat nominasi karya terbaik yang dikirim adalah merupakan pemenang dari kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2019 yang diselenggarakan di Kota Bandar Lampung, Lampung pada bidang poster kategori putra dan putri.

Nila merupakan peraih medali emas FLS2N tahun 2019 pada bidang poster kategori putri.
“Saya sangat bangga bisa mewakili Indonesia dalam Festival ini, apalagi ajang ini diikuti oleh berbagai negara dari beberapa benua,” kata Nila.

Nila mengatakan, walaupun masih dalam masa pandemi covid-19, tetapi Nila mengaku senang mendapat kesempatan untuk berprestasi dari rumah. “Bahkan bisa membawa nama sekolah dan provinsi Saya, apalagi mewakili Indonesia” ujar Nila.

Acara puncak yang dinantikan adalah pemberian penghargaan medali untuk para pemenang. Masing-masing pemenang dari berbagai negara memberikan pidato selama kurang lebih satu menit untuk menjelaskan makna dari karya mereka. Karya poster Nila menyerukan tema “Jangan Biarkan Mereka Terlalu Lama Tidur di Jalan.” (Don’t Let Them Lay on the Streets for Too Long).

Tema ini memberikan makna bahwa masalah terbesar di masyarakat adalah anak jalanan, anak-anak yang miskin dan tidak memiliki rumah serta hidup di jalanan. Mereka, kata Nila, harus mengemis, mengamen, bekerja, atau mencuri untuk bertahan hidup.

Banyak anak jalanan yang tidak dapat menerima pendidikan yang layak karena keadaan ekonomi yang buruk. “Bahkan, mereka sering menjadi korban pelecehan dan eksploitasi. Hingga yang tertindas terlindas. Itulah yang Saya pikirkan ketika membuat konsep poster ini,” jelas Nila.

Anak jalanan, kata Nila, memerlukan perhatian bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari semua pihak. “Mereka membutuhkan simpati dan berhak mendapatkannya. tetapi banyak orang yang masih tidak peduli dan mengabaikan mereka. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat lebih peduli terhadap anak jalanan dan masa depan mereka,” terang Nila.

(CEU)

Medcom

Categories
Tahun 2016 s/d 2020

Pelajar SMA Athirah Makassar Juara II Karya Ilmiah Inovatif di Korsel 2020

SMA Islam Athirah 1 Makassar menorehkan prestasi di kancah internasional lewat ajang kompetisi karya ilmiah inovatif di Korea Selatan. Sekolah Binaan Yayasan Hadji Kalla itu berhasil menyabet juara II karya ilmiah inovatif pada bidang ilmu hayati dengan pemanfaatan tumbuhan eceng gondok menjadi tisu di negeri ginseng.

Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar, Tawakkal Kahar menyampaikan rasa bangga atas prestasi siswanya. Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada tim Eichracial-T, sebutan untuk tim Athirah, yang saat ini duduk di bangku kelas XII MIPA 1 dan telah mengharumkan nama Sekolah Islam Athirah.

“Tentunya kami bangga, anak-anak kita bisa memberikan yang terbaik buat kita semua. Selamat, Anda adalah siswa terbaik yang bisa menginspirasi siswa lainnya menghasilkan karya terbaik untuk sekolah dan Indonesia,” ucap Tawakkal di Makassar, Rabu, 9 September 2020.

Pada ajang ini, SMA Islam Athirah 1 Makassar diwakili tiga orang siswinya yakni St. Rahma Rahim, Nurnabilla Syfadewi Attaya, dan Nawwarah Liyana Zafira Aminanti. Ketiganya pun mengungkapkan perasaan syukur, bahagia, dan bangga atas torehan prestasi yang telah diraih.

“Rasanya bangga dan senang, karena perjuangan selama ini terbayarkan, alhamdulillah kami sangat bersyukur,” kata Nabilla.
Sebelumnya, Tim Eichracial-T itu dinobatkan sebagai juara 2 nasional dalam ajang National Science Innovation Expo 2019 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sains Fisika UIN Sunan Gunung Djati pada 23 November 2019 di Bandung. Kemenangan tersebut mengantarkan mereka berkompetisi ke tingkat internasional pada ajang World Invention Innovation Contest (WIC) 2020 yang digelar di Korea Selatan.

Selama masa risetnya, mereka didampingi dan dibimbing oleh wali kelasnya bernama Jumarni yang diketahui bukan guru mata pelajaran rumpun sains. Namun berkat kegigihan dan kerja kerasnya, mampu mengharumkan nama Sekolah Athirah dan Indonesia mendapat hasil luar biasa.

“Pastinya beryukur, senang, bahagia dan bangga,” kata Rara sapaan Rahma Rahim.

Direktur Sekolah Islam Athirah H. Syamril, tidak lupa mengucapkan selamat dan berharap agar tim Eichracial-T dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

“Selamat atas pencapainnya, semoga bisa menjadi sejarah baru di Athirah dan nantinya bisa menghasilkan temuan-temuan baru lagi yang bisa menginspirasi kita semua,” ucap Syamril.

(AGA)

Medcom