5 Pelajar Indonesia ini sukses merebut perhatian dunia lewat prestasi

Generasi muda saat ini tak sedikit yang telah mampu mengharumkan nama bangsa yang akhirnya membuat seluruh rakyat Indonesia bangga. Dari berbagai bidang, para generasi muda yang kebanyakan adalah pelajar tersebut mampu mengalahkan para lawannya di ajang internasional, dan membuktikan bahwa mereka layak dan pantas diakui di kancah dunia.

Tak langsung meraup kesuksesan, para pelajar tersebut tentunya memulai semua dengan usaha dan kerja keras yang patut diacungi jempol. Latihan demi latihan mereka lakukan untuk akhirnya bisa menjadi juara dan primadona di ajang seperti olimpiade.

Olimpiade sendiri tak melulu seputar olahraga. Kini, ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah pun ada olimpiadenya bahkan di tingkat dunia, lho. Dan kabar membanggakannya, rupanya tak sedikit pelajar dan generasi muda Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai ajang-ajang tersebut.

Penasaran siapa saja? Intip yuk daftarnya berikut ini yang dirangkum kami dari berbagai sumber, Jumat (28/7).

1. Wilson Gomarga.

foto: blog.ruangguru.com

Pelajar SMA IPEKA, Wilson Gomarga, berhasil membawa pulang medali emas pada kompetisi International Biology Olympiad (IBO) ke-27 di Hanoi, Vietnam, pada 16-23 Juli 2016 lalu. Wilson menyingkirkan 253 peserta dari 68 negara.

Awalnya, kiprah Wilson di ajang internasional berawal dari keikutsertaannya pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-14 di Yogyakarta. Wilson berhasil membawa pulang medali emas untuk bidang studi yang sama dan mendapat nilai praktek dan teori tertinggi.

2. Nixon Widjaja.

foto: indonesiaproud.wordpress.com

Nixon Widjaja adalah salah satu wakil Indonesia yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade Sains Junior Internasional (IJSO) ke-13 tahun 2016. IJSO 2016 diikuti 48 negara dari 64 negara anggota dari semua benua.

Pada tahun 2016 tersebut, negara yang turut serta sebanyak 32 negara. IJSO merupakan olimpiade sains yang diinisiasi Indonesia pada 2004 dan menunjuk Jakarta menjadi tuan rumah kala itu.

3. Maria Patricia Inggriani.

foto: twitter.com

Maria Patricia Inggriani yang bersekolah di SMA Kharisma Bangsa berhasil membawa pulang medali emas di kompetisi International Biology Olympiad (IBO) di Aarhus, Denmark, 12-19 Juli tahun 2015 lalu.

Kompetisi IBO merupakan ajang lomba yang rutin diadakan setiap tahun. Di sana, para siswa yang mengikuti kompetisi ini akan menjalani tes praktikum dan teori di bidang Biologi. Terdapat empat topik yang harus mereka selesaikan dalam tes praktikum selama 90 menit yakni tentang Mikrobiologi dan Biologi Molekuler; Anatomi, Sistematik dan Evolusi Tumbuhan; Morfologi dan Fungsional Hewan serta Biokimia.

4. Joey Alexander.

foto: elshinta.com

Sebuah prestasi juga ditorehkan oleh Joey Alexander. Di usianya yang masih belia, 12 tahun, pianis jazz Indonesia ini berhasil mendaratkan namanya sejajar dengan musisi kondang luar negeri di ajang Grammy Awards 2016. Dia juga menjadi musisi pertama asal Tanah Air yang masuk nominasi ajang bergengsi itu.

Joey berhasil masuk nominasi untuk dua kategori. Pertama adalah untuk Best Jazz Instrumental Album dengan ‘My Favorite Things’. Kedua adalah untuk Best Improvised Jazz Solo dengan ‘Giant Steps’ dari album yang sama.

Sebelum Grammy, Joey sendiri sudah menorehkan prestasi yakni memenangkan Grand Prix di Master-Jam Fest 2013 dan tampil di Montreal International Jazz Festival serta Newport Jazz Festival pada 2015. Joey juga merupakan artis pertama asal Indonesia yang menempatkan albumnya di Billboard 200. Album ‘My Favorite Things’ berada di posisi 174 pada pekan akhir Mei 2015.

5. Michael Gilbert.

foto: youtube.com

Indonesia berkesempatan mendapatkan medali emas di ajang Olimpiade Fisika Internasional 2016 yang diselenggarakan di Zurich, Swiss, 10-17 Juli 2016. Sosok yang meraih medali emas tersebut adalah Michael Gilbert.

Olimpiade tingkat dunia itu diikuti peserta dari 87 negara. Setiap negara mengirimkan tim yang terdiri dari lima peserta dan saingan terberat dari China. Lomba dilakukan dalam dua gelombang, yakni Fisika eksperimen dan Fisika teori. Masing-masing berlangsung selama lima jam dan keduanya diselenggarakan di Kampus Irchel, Universitas Zurich.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*