Akhir pekan lalu, tim Olimpiade Memory Indonesia meraih 45 medali yang dipertandingkan pada Singapore Open Memory Championship 2017. Kontingen Indonesia berjumlah 34 orang.

Juara pertama dan kedua secara umum di kategori anak diraih oleh Rania Azzahra (12 tahun) dari SMPN 1, Tolitoli, dan Aulia Nadia (11 tahun) dari SD Sinar Cendikia, Serpong, Tangerang.

Puncak dari kemenangan ini dipersembahkan peserta indonesia di kategori remaja dengan menyapu bersih juara 1, 2, dan 3 yang diraih masing-masing oleh Shafa Annisa (13 tahun) dari SMP Kesatuan Bangsa, Yogyakarta, Fakhri Shafly (17 tahun) dari SMAN 26, Jakarta, dan Aisha Nadine (13 tahun) dari SMP Sinar Cendikia, Serpong, Tangerang.

Menurut Yudi Lesmana, Ketua Umum Indonesia Memory Sports Council, dalam keterangan tertulis yang dikirim ke Warta Kota, Kamis (5/10/2017), beberapa negara yang ikut dalam kompetisi daya ingat internasional di antaranya Indonesia, China, Mongolia, Thailand, Malaysia, Filipina, Jepang, dan Singapura.

“Kompetisi ini terbagi ke dalam empat kategori, yaitu: anak di bawah 12 tahun, junior usia 13-17 tahun, dewasa usia 18-59 tahun, dan senior di atas 59 tahun,” kata Yudi.

Mereka yang ikut kompetisi itu terbagi dalam 10 cabang yakni lima menit mengingat wajah dan nama (names and faces), lima menit mengingat urutan kata acak (random words), lima menit mengingat urutan angka binary acak (binary numbers), lima menit mengingat urutan angka acak (speed numbers), dan lima menit mengingat urutan gambar acak (random images).

Selain itu, ada cabang 15 menit mengingat urutan angka acak (random numbers), 10 menit mengingat urutan kartu remi (random cards), lima menit mengingat tahun dan kejadian (fictional dates), mengingat angka acak yang diucapkan (spoken numbers), dan mengingat secepat-cepatnya urutan satu pak kartu remi (speed cards). (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Indonesia Raih 45 Medali Memory Championship, http://wartakota.tribunnews.com/2017/10/05/indonesia-raih-45-medali-memory-championship.
Penulis: Aloysius Sunu Dirgantoro
Editor: Fred Mahatma TIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *