Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan menambah deretan medali emas yang diperoleh Indonesia di ajang Asian Games 2018 pada Selasa (21/8/2018) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Eko mengungguli atlet Vietnam Van Vinh Trinh dengan total angkatan 311 kilogram, sementara Trinh 299 kilogram. Medali perunggu diberikan pada atlet Uzbekistan, Adkhamjon Ergashev dengan total angkatan 298 kilogram.

Atlet kelahiran kota Metro, Lampung pada 24 Juli 1989 ini merintis prestasi ketika tampil sebagai lifter terbaik di Kejuaraan Dunia Junior 2007 Praha, Republik Ceko, di mana saat itu dia meraih medali emas.

Pada 2008, Eko berhasil membawa medali perunggu di Olimpiade Beijing. Pada Olimpiade London 2012, untuk kedua kalinya dia menjadi penyumbang medali pertama Indonesia dengan meraih medali perunggu di kelas 62 kg dengan mencatat total angkatan 317 kg.

Pada Olimpiade Rio 2016, Eko berhasil meraih peringkat ketiga dan membawa medali perak dengan total angkatan 312 kg dari hasil snatch 142 kg dan clean and jerk 170 kg.

Sumbangan medali Eko menambah koleksi Indonesia di cabor angkat besi Asian Games 2018. Sebelumnya, atlet angkat besi wanita andalan Indonesia Agustiani Sri Wahyuni menyabet medali perak dalam pertandingan angkat besi di JI Expo Kemayoran Senin (20/8/2018).

Sri dikalahkan atlet Korea Utara, Song Gum. Atlet berusia 24 tahun itu tertinggal 4 kg di bawah Song dengan perolehan total angkatan 195 kg, sedang Song 199 kg.

Sri Wahyuni sebenarnya berhasil mengangkat hingga 107 kg. Jika semua berjalan lancar, Yuni bisa mengalahkan Song Gum karena di bagian snatch, Yuni mengangkat beban 88 kg, sedang Song Gum hanya mampu 87 kg. Namun, di bagian clear and jerk, Yuni hanya mampu mengangkat 107 kg, sedang Song 112 kg.

Sementara ini Indonesia masih menduduki peringkat keempat dengan total sebelas medali, lima emas, dua perak dan empat perunggu. Peringkat pertama masih diduduki Cina dengan 44 medali (20 emas, 14 perak, 10 perunggu).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *